A. Pengertian
Istilah pendidikan kesehatan telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan kesehatan dalam berbagai pengertian, tergantung pada sudut pandang masing-masing. Berikut ini akan dikemukan beberapa pengertian pendidikan kesehatan yang dikemukakan oleh para ahli :
Wood (1926 dalam Suliha 2002. hal 1) mengemukakan bahwa pendidikan kesehatan sebagai sekumpulan pengalaman yang mendukung kebiasaan, sikap, dan pengetahuan yang berhubungan dengan kesehatan individu, masyarakat dan ras
Nyswander (1947) yang dikutip oleh Notoatmodjo (1997) menyatakan bahwa pendidikaan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis, BUKAN proses pemindahan materi dari seseorang ke orang lain dan BUKAN pula seperangkat prosedur.
Hal ini dapat dilihat dari definisi yang dikemukakan :
“Pendidikan kesehatan suatu proses prubahan pada diri seseorang yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu, dan masyarakat. Pendidikan kesehatan tidak dapat diberikan kepada seseorang oleh orang lain, bukan seperangkat prosedur yang harus dilaksanakan atau suatu produk yang harus dicapai, tetapi sesungguhnya merupakan suatu proses perkembangan yang berubah secara dinamis yang didalam nya seseorang menerima atau menolak informasi, sikap, maupun praktek baru yang berhubungan dengan tujuan hidup sehat”
B. Tujuan
1. Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat
dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal
2. Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian
3. Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan
WHO 1954 dalam Notoatmodjo 1997 memperinci tujuan pendidikan kesehatan sebagai berikut
a. Menjadikan kesehatan sebagai sesuatu yang bernilai dimasyarakat
b. Menolong individu agar mampu secara mandiri atau berkelompok mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat
c. Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada
Secara Operasional, tujuan pendidikan kesehatan diperinci oleh WONG (1974) yang dikutip TAFAL 1984 dalam Uha Suliha, dkk sebagai berikut :
1. Agar penderita (masyarakat) memiliki tanggung jawab yang lebih besar pada kesehatan (dirinya), keselamatan lingkungan, dan masyarakatnya
2. Agar orang melakukan langkah-langkah positif dalam mencegah terjadinya sakit, mencegah berkembangnya sakit menjadi lebih parah dan mencegah keadaan ketergantungan melalui rehabilitasi cacat yang disebabkan oleh penyakit
3. Agar orang memiliki pengertian yang lebih baik tentang eksistensi dan perubahan-perubahan sistem dan cara memanfaatkannya dengan efisien dan efektif
4. Agar orang mempelajari apa yang dapat dia lakukan sendiri dan bagaimana caranya tanpa selalu meminta pertolongan kepada sistem pelayanan kesehatan yang formal.
C. Sasaran
Sasaran penyuluhan kesehatan mencakup individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
1. Individu
Individu yang mempunyai masalah keperawatan dan kesehatan, yang dapat dilakukan di RS, klinik, puskesmas, rumah bersalin, posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan
2. Keluarga
Keluarga binaan yang mempunyai masalah keperawatan dan kesehatan yang tergolong dalam keluarga Resiko tinggi, diantaranya adalah :
a. Anggota keluarga yang menderita penyakit menular
b. Keluarga dengan sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah
c. Keluarga dengan masalah sanitasi lingkungan yang buruk
d. Keluarga dengan masalah gizi buruk
e. Keluarga dengan jumlah anggota keluarga yang banyak di luar kemampuan kapasitas keluarga
3. Masyarakat
- Masyarakat binaan Puskesmas
- Masyarakat nelayan
- Masyarakat pedesaan
- Masyarakat yang datang ke institusi pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu yang diberikan pendidikan kesehatan secara massal
- Masyarakat luas yang terkena masalah kesehatan seperti wabah DHFdan Muntaber
D. Tahap-Tahap kegiatan
Kegiatan pendidikan kesehatan harus melalui tahap-tahap yang hati-hati secara ilmiah. Hanlon (1964) seperti yang dikutip Azwar (1983) mengemukakan tahap-tahap sebagai berikut :
1. Tahap sensitisasi
memberikan informasi dan kesadaran pada masyarakat terhadap
adanya hal-hal penting berkaitan dengan kesehatan
2. Tahap Publisitas
Tahap ini adalah kelanjutan dari sensitisasi. Bentuk kegiatan
misalnya press release dikeluarkan Depkes untuk menjelaskan
lebih lanjut jenis atau macam pelayanan kesehatan yang diberikan
pada fasilitas pelayanan kesehatan
3. Tahap Edukasi
untuk meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap serta mengarahkan kepada perilaku yang diinginkan oleh kegiatan tersebut
4. Tahap Motivasi
perorangan atau masyarakat setelah mengikuti pendidikan kesehatan benar-benar mengunah perilaku sehari-harinya sesuai dengan perilaku yang dianjurkan oleh pendidikan kesehatan pada tahap ini
E. Hasil yang diharapkan
Terjadinya perubahan sikap dan perilaku dari individu, keluarga, kelompok khusus, dan masyarakat untuk dapat menanamkan prinsip – prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari – hari untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal
F. Ruang lingkup pendidikan kesehatan
Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi
Antara lain (Uha Suliha, dkk tahun 2002) yaitu dimensi sasaran pendidikan
kesehatan, tempat pelaksanaan pendidikan kesehatan dan tingkat pelayanan pendidikan Kesehatan
- Sasaran pendidikan kesehatan, ruang lingkupnya
a) Pendidikan kesehatan individual dengan sasaran individu
b) Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok
c) Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat
2. Tempat pelaksanaan pendidikan kesehatan
a) Pendidikan kesehatan di sekolah dilakukan disekolah dengan sasaran murid pendidkkan kesehatan dipelayanan kesehatan
dilakukan di Puskesmas, balai kesehatan, Rumah sakit
b) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan
3. Tingkat pelayanan pendidikan kesehatan, di bagi
menjadi
a. Health Promotion
b. Specific Protection
c. Early diagnosis and prompt treatment
d. Disability limitation
e. rehabilitation
G. Faktor – faktor yang harus diperhatikan dari sasaran pendidikan
kesehatan
- Tingkat pendidikan
- Tingkat SOSEK
- Adat istiadat
- Kepercayaan masyarakat
- Ketersediaan waktu dari masyarakat
H. MATERI / PESAN
- Menggunakan bahasa yg mudah dimengerti msy dlm bhs keseharian
- Materi yg di sampaikan tdk terlalu sulit untuk dimengerti
- Menggunakan alat peraga
- Materi / pesan merupakan kebutuhan sasaran dlm masalah kes. Atau keperawatan
I. Beberapa istilah yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan
a. Penerangan kesehatan
ialah upaya memberikan penjelasan atau mnyebarluaskan pesan kepada perorangan, kelompok atau masyarakat untuk menumbuhkan perhatian, pengertian dan kesadaran mengenai perilaku sehat atau kehidupan yang sehat Kegiatan ini berlangsung satu arah (one way traffic/one way method). Tidak ada kesempatan tanya jawab
b. Penyuluhan Kesehatan
ialah kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak hanya sadar, tahu dan mengerti tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan (Azwar, 1983 dalam Ircham Machfoedz, dkk ; 2005)
c. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
Di sini sistem pendidikannya lebih sistematis, yakni di mulai dengan komunikasi, dilanjutkan dengan informasi, akhirnya edukasi. Istilah ini sering digunakan pada kegiatan kependudukan dan keluarga berencana
d. Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan ialah proses memandirikan masyarakat agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter, 1986)
Istilah promosi kesehatan digunakan oleh Leavel dan
Untuk menjelaskan dimensi tingkat pelayanan kesehatan di masyarakat
Dikenal dengan istilah five level prevention
Sebelum sakit : health promotion,specific protection
Setelah sakit : early diagnonis and promt treatment,disability limitation, rehabilitation
J. Kegagalan dalam penyuluhan
- Kurang lengkap info tentang audiens
- Kurang mengenali kultur dan budaya setempat
- Komunikasi searah
- Tehnik penyampaian kurang variatif
- Kurang melibatkan peserta
- Bahasa yg digunakan teknis dan formal
K. Prinsip-prinsip penyuluhan yg menyenangkan
- Paham kebutuhan peserta
- Peserta terlibat dalam satu atau lebih aktivitas
- Berbagi pengalaman
- Menggunakan banyak contoh
Bennis & Benne & Robert Chin (1999), The Planning of Change, 2nd Edition, New York : Halt Kinehart and Winston, Inc.
Craven & Hirnlie (2002), Fundamentals of Nursing Human Health and Function, 2nd Edition, Philadelphia : Lippincot.
Green (1989), Health Education Planning, a Diagnostic Approach, USA : Myfield Publishing Co.
Kozier, B (1988), Concepts & Issues in Nursing Practice, California, Addison Wesley Publishing Co
Machfoedz, Ircham, dkk, (2005), Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan, Fitramaya, Jogyakarta
Notoatmodjo, Soekidjo,(2003), Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta.
Suliha, Uha, dkk, (2002), Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan, EGC, Jakarta
1 komentar:
Sugestion:
Keep writing
Coba salin di notepad sebelum dipastekan ke blogger. untuk menghindari kekacauan gunakan syle header dengan memberi ukuran berbeda untuk judul, subjudul, dan paragraf.
Untuk point penting jadikan huruf tebal atau besarkan ukuran agar google mudah menemukan
pasang hit count, cari script dari google dengan keywor free hit counter, ikuti petunjuknya
sering berkunjung ke blog terkenal dan tinggalkan komentar,atau jadi member
Posting Komentar